Disperindagkop Kota dan Kabupaten Serang Terjunkan Tim Sidak ke Sejumlah Pasar

Ditulis pada Senin, 12 Sep 2016 oleh: admin

Dalam rangka mengantisipasi beredarnya beras sintetis (campuran beras plastik dan beras asli) beredar di pasar, pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Serang menerjunkan tim inspeksi mendadak (Sidak).

Berdasarkan hasil sidak yang dilakukan oleh tim tersebut, sejauh ini belum ditemukan beras sintetis tersebut beredar di pasaran. Kendati demikian, masyarakat tetap diimbau untuk lebih waspada dan hati-hati dalam membeli beras.

Kepala Disperindagkop Kota Serang Ahmad Banbela mengimbau kepada masyarakat agar waspada dan berhati-hati saat membali beras di pasaran, "Beras dengan harga mahal sudah pasti kualitasnya lebih bagus. Daripada yang murah, ternyata membahayakan" katanya di Serang, Kamis (21/5).

“Kami bekerjasama dengan pihak Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan menerjunkan tim untuk pantau di sejumlah pasar di Kota Sernag. Sejauh ini, kami belum menemukan adanya penjualan beras yang dapat membahayakan kesehatan tersebut,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang, bahwa sejauh ini beras yang beredar di sejumlah pasar di wilayahnya aman dari zat berbahaya. Hal itu sesuai dengan hasil sidak yang dilakukan beberapa hari terakhir ini.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang, Entus Mahmud Sahiri mengatakan, terkait adanya beras sintetis yang sudah beredar di sejumlah daerah, dirinya sudah mengantisipasi dengan melakukan sidak ke seluruh pasar di Kabupaten Serang.

“Hasilnya, Diskoperindag tidak menemukan beras palsu tersebut. Kami sudah sidak ke seluruh pasar tradisional yang ada di Kabupaten Serang yang berjumlah 12 pasar. Dari laporan masing-masing mantri pasar, tidak ditemukan adanya beras sintetis atau beras plastik. Kabupaten Serang masih bebas dari beras sintetis,” ujarnya.

Ia juga mengaku akan akan terus melakukan pemantauan terhadap distribusi beras, terutama beras yang berasal dari luar daerah.

“Pemantauan terus berjalan karena kami tidak ingin hal yang tidak diinginkan terjadi,” katanya.

Namun ia sangat menyayangkan dengan beredarnya beras sintetis tersebut. Pasalnya, hal itu akan berdampak pada menurunnya penjualan beras di pasaran."Penjualannya bisa jadi menurun, kan masyarakat jadi pada takut. Tapi saya imbau ke semua pedagang beras agar tidak berbuat demikian, karena jika sampai ditemukan akan kami tindak,"ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Bulog Sub Divisi Regional Serang, Guntur Muayad Bustomi mengatakan, sejauh ini jenis beras yang beredar di wilayah Serang masih terbilang aman. "Beras di kita aman, ketersediannya juga aman," jelasnya.

 

Komentar: 0 Bagikan: Share on Google+ Cetak: Kategori: Berita Nasional

Disperindagkop Kota dan Kabupaten Serang Terjunkan Tim Sidak ke Sejumlah Pasar

Dalam rangka mengantisipasi beredarnya beras sintetis (campuran beras plastik da

Kopontren Al-Idrisiyyah Siap Jadi Role Model Bisnis Pesantren

Koperasi Pesantren (Kopontren) Al-Idrisiyyah yang menjadi basis pergerakan ekono

Belum Resmi Dibuka, Banten Expo Sudah Diserbu Pengunjung

Banten Expo yang digelar mulai hari ini hingga 25 Oktober 2016, meski belum resm


Tinggalkan Komentar


Layanan Informasi

Buku Tamu

Poling

Tidak ada poling untuk saat ini.

Statistik Pengunjung

  • 63675 Total Pengunjung
  • 9418 Unique Visitors
  • 107 Jumlah konten
  • 34.236.190.216 IP Anda
  • 10:41, 21/08/2019 Mengakses Sejak